Rabu, 13 April 2011

Manajemen Proyek

1. Sebuah rencana proyek mempunyai analisa hubungan ketergantungan sebagai berikut:
Kegiatan A (17), B (7) dan C (9) merupakan kegiatan awal. Bila A selesai, kegiatan D (11) dan E (8) dapat dimulai. Kegiatan F (10) dapat dilaksanakan bila B selesai. Kegiatan G (9) dapat dilakukan bila C selesai. Kegiatan H (7) dapat dimulai bila E selesai. Kegiatan I (12) dan J (10) dapat dimuali bila kegiatan A, C dan F selesai. Sedangkan jegiatan K (8) dan L (13) dapat dilakukan  bila D dan H selesai. Kegiatan M (13) dapat dimulai bila G dan J selesai. Kegiatan N (16) dapat dilakukan setelah I selesai. Kegiatan O (15) dapat dilakukan bila N dan L selesai. Sedangakan P (12) yang merupakan kegiatan akhir dapat dilakukan bila K, O dan M selesai.
Gambarkan diagram jaringan kerja proyek dengan baik dan benar, tentukan lintasan kritis dan waktu penyelesaian proyek
Jawab:

EVENT
EET
LET
1 (-)
0
0
2 (-)
17
17
3 (-)
7
7
4
9
17
5 (-)
25
25
6 (-)
17
17
7 (-)
32
32
8 (-)
29
29
9
27
47
10 (-)
45
45
11 (-)
60
60
12 (-)
72
72
 



2.      Sebuah proyek punya logika ketergantungan se bagai berikut:
Kegiatan
Kegiatan sebelumnya
Kegiatan sesudahnya
Waktu penyelesaian
a
m
b
A
-
C,D,E
6
8
10
B
-
D,E
6
7
8
C
A
H
8
11
14
D
A,B
F
8
10
12
E
A,B
F,G
9
10
11
F
D,E
H
12
15
18
G
E
I
13
15
17
H
C,F
I
11
13
15
I
G,H
-
8
10
12
a.       Gambarkan diagram proyek dengan baik dan benar, tentukan waktu penyelesaian proyek dengan metode PERT.
b.      Tentukan probabilitas proyek selesai dalam waktu paling lama 60 minggu.


Jawab:
a.       Untuk menentukan waktu penyelesaian terlebih dahulu dihitung ET.
kegiatan
a
m
b
ET
Sd
V=(Sd)2
A
6
8
10
8
0.666667
0.444444
B
6
7
8
7
0.333333
0.111111
C
8
11
14
11
1
1
D
8
10
12
10
0.666667
0.444444
E
9
10
11
10
0.333333
0.111111
F
12
15
18
15
1
1
G
13
15
17
15
0.666667
0.444444
H
11
13
15
13
0.666667
0.444444
I
8
10
12
10
0.666667
0.444444


Waktu penyelesaian proyek adalah 56 hari

b.      Lintasan kritis pada diagram diatas adalah:
EVENT
EET
LET
1 (-)
0
0
2 (-)
8
8
3 (-)
8
8
4 (-)
18
18
5 (-)
18
18
6 (-)
33
33
7 (-)
46
46
8 (-)
56
56
1.      1 – 2 – 3 – 5 – 6 – 7 – 8
SE82= (SDA)2+(SDd1)2+(SDD)2+(SDF)2+(SDH)2+(SDI)2
SE82=0,44+0+0,44+1+0,44+0,44
      = 2,76
2.      1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8
SE82= (SDA)2+(SDd1)2+(SDE)2+(SDd2)2+(SDF)2++(SDH)2 +(SDI)2
SE82=0,44+0+0,11+0+1+0,44+0,44
      = 2,43
Maka lintasan 1 – 2 – 3 – 5 – 6 – 7 – 8 kita gunakan untuk menghitung probabilitas 60 minggu.
 Sd = √2,76 = 1,66
 Z = X – Te/S = 60 – 56/1,66 = 2,4
Dari tabeldistribusi normal didapat, bila Z = 2,41 maka probabilitas = 0,9920
P [EET 8] = 99,2%


Selasa, 12 April 2011

ALAT UKUR

1. Jangka Sorong
Jangka sorong adalah alat ukur yang sering digunakan di bengkel mesin. Jangka sorong berfungsi sebagai alat ukur yang biasa dipakai operator mesin yang dapat mengukur panjang sampai dengan 200 mm, ketelitian 0,05 mm. Gambar berikut adalah gambar jangka sorong yang dapat mengukur panjang dengan rahangnya, kedalaman dengan ekornya, lebar celah dengan sensor bagian atas. Jangka sorong tersebut memiliki skala ukur (vernier scale) dengan cara pembacaan tertentu. Ada juga jangka sorong yang dilengkapi jam ukur, atau dilengkapi penunjuk ukuran digital. Pengukuran menggunakan jangka sorong dilakukan dengan cara menyentuhkan sensor ukur pada benda kerja yang akan diukur, Beberapa macam jangka sorong dengan skala penunjuk pembacaan dapat dilihat pada Gambar dibawah.
Pembacaan hasil pengukuran jangka sorong yang menggunakan jam ukur dilakukan dengan cara membaca skala utama ditambah jarak yang ditunjukkan oleh jam ukur. Untuk jangka sorong dengan penunjuk pembacaan digital, hasil pengukuran dapat langsung dibaca pada monitor digitalnya. Jangka sorong yang menggunakan skala nonius, cara pembacaan ukurannya secara singkat adalah sebagai berikut :
1. Baca angka mm pada skala utama (pada Gambar di bawah : 9 mm)
2. Baca angka kelebihan ukuran dengan cara mencari garis skala utama yang segaris lurus dengan skala nonius (Gambar di bawah : 0,15)
3. Sehingga ukuran yang dimaksud 9,15.
 
2. Jam Ukur (Dial Indicator)
Jam ukur (dial indicator) adalah alat ukur pembanding (komparator). Alat ukur pembanding ini , digunakan oleh operator mesin perkakas untuk melakukan penyetelan mesin perkakas yaitu : pengecekan posisi ragum, posisi benda kerja, posisi senter/sumbu mesin perkakas, dan pengujian kualitas geometris mesin perkakas. Ketelitian ukur jam ukur yang biasa digunakan di bengkel adalah 0,01 mm.



3.  Protactor 
Protactor adalah alat yang digunakan untuk mengukur derajat kemiringan suatu bidang permukaan terhadap suatu bidang permukaan yang lain. Fungsi protractor sama dengan fungsi busur derajat pada umumnya hanya terdapat perbedaan pada cara pengukuran yang menggunakan mistar yang menunjukkan angka kemiringan bidang pada busur derajat.


4. Mal Ulir
Mal ulir digunakan untuk menentukan ulir dari suatu baut atau mur. dengan mencocokkan antara mal dengan ulir yang akan ditiru kemudian digunakan pada setting pada panel mesin bubut. Hal ini penting dilakukan dalam pembentukan ulir pada benda kerja agar memiliki hasil yang sama antara master produk dengan benda kerja.

Geometri Pahat Bubut 1

Jenis dan tipe pahat bubut.

Secara umum tipe pahat bubut dapat dibedakan menjadi dua tipe yakni : Solid tool, dan Tool bits. Solid tool ialah pahat bubut yang berukuran besar dibuat dari baja perkakas paduan (alloy tool steel) atau High Speed Steel (HSS). Seperti pada gambar diamping. Pahat dari jenis ini digunakan dalam pekerjaan penyayatan bahan-bahan lunak (seperti baja lunak /Mild Steel). Pemasangannya langsung dijepit pada tool post, namun terdapat pula ukuran yang kecil (1/4 “) ini dipasang pada tool holder, pahat ini termasuk solid tool.
 
Tool bit ialah pahat yang hanya terdiri atas mata potongnya dan harus menggunakan tool holder, dengan spesifikasi khusus sesuai dengan bentuk tool bit itu sendiri, atau di brazing pada tangkainya.

Sudut kemiringan pada pahat bubut 
Kikir menunjukan proses penyayatan pada benda kerja yang secara lansung dapat kita rasakan pengaruh penyayatan tersebut. Proses penyayatan yang terjadi ini ternyata salah satunya disebabkan oleh adanya sudut kemiringan dari sisi sayat mata kikir tersebut sebagai alur untuk membuang tatal (chips) keluar dari bidang pemotongan. Gambar diamping memperlihatkan illustrasi dari mata kikir yang menunjukan bahwa setiap sudut kemiringan dari mata kikir tersebut langsung pada pemotongan. Walaupun dalam pekerjaan mengikir terjadi variasi sudut yang disebabkan oleh gerakan manual kadang meningkat atau menurun tergantung gerakan kikir, namun sudut ini memberikan sisi buang untuk mengeluarkan tatal (chips) walaupun hal ini tidak nampak hingga pemotongan terlihat dibawah mikroscop.
 
Prinsip yang sama diterapkan pada cutting tool yang memiliki satu mata potong, namun hasilnya ternyata berbeda dengan alat ptotong yang memiliki mata potong lebih dari satu.

Pengaruh sudut kemiringan sisi potong
Pada gambar disamping diperlihatkan bahwa faktor utama dalam performa alat potong terdapat pada sudut rake (sudut sayat) yang diukur mendatar dari sisi potong, kemiringan sisi potong inilah yang menyebabkan tatal terangkat secara cepat dari permukaan yang membentuk sudut normal mendekati pada susut kemiringan tadi

Sisi sayat normal (normal rake)
Peningkatan sisi sayat dari keadaan normal akan menurunkan gaya pemotongan sehingga diperlukan daya yang lebih besar, hal ini biasanya dilakukan pada proses finishing akan tetapi tegangan pada alat potong akan berkurang karena diserap oleh sudut baji (wedge angle) secara tegak dan cenderung mengurangi umur pahat. Gambar  disamping memperlihatkan pahat positif (Positive rake) dan berbeda sesuai dengan bahan yang dipotong, walaupun ini hanya pendekatan

Kemiringan pada Pahat bubut
Pengendalian kemiringan pahat dilakukan untuk mengendalikan aliran chip serta permukaan benda kerja hasil
pebubutan, untuk itu maka perlu untuk melakukan identifikasi berikut : Periksa kebenaran sisi potong, lihat 900 dari sisi potong beberapa gerakan menyudut dari sumbu pahat apakah kemiringannya posisitif atau negative (lihat gambar dibawah)

Pahat terpasang pada tool holder dengan kemiringan mendekati 15 derajat, sehinga dengan bentuk pahat yang diasah pada zero inclination (pahat dengan kemiringan 0) dalam pemakaiannya menjadi “positive incli-nation” (pahat positif) Gambar memperlihatkan hubungan antara kemiringan sisi sayat serta berbagai dimensi dari pahat bubut dalam pemasangannya pada mesin bubut, Ketinggian pahat terhadap sumbu benda kerja.

Pemotongan kanan dan pemotongan kiri
Dalam proses pembubutan dimana terjadi proses pemotongan dari alat potong terhadap bahan benda kerja, membentuk dengan mengurangi bagian bahan benda kerja kedalam bentuk benda sesuai dengan bentuk yang dikehendaki dilakukan dengan pergeseran pahat, maju , mundur, kekiri atau kekanan dalam pemakanan yang berlawanan dengan sisi pemotong dari pahat sebagaimana diuraikan diatas. Pemotongan kanan (right-hand  cutting) ialah pemotongan dimana pahat (tool) memiliki sisi potong sebelah kiri sehingga dengan gerakan pahat kekiri akan terjadi perlawanan kearah kanan. Dalam proses pemotongan yang disebut sebagai pe-motongan kanan ini ialah dimana sisi pemotong kontak kelonggaran ujung benda kerja. Dalam kasus pemotongan yang menggunakan pahat kanan, dimana sisi pemotong kontak dengan ujung benda kerja, dengan kebebasan sisi pemotong dan kebebasan muka. Jika sisi potong distel sejajar dengan bed mesin ketinggian pahat pada posisi sejajar sumbu arah pemakanan pada posisi 900, maka pemotongan dengan arah segi empat yang terjadi. Aliran tatal berlawanan normal pada sisi portong yang berbentuk “pegas jam”.

Sabtu, 09 April 2011

PENAT

Sulit sekali ternyata membangun budaya disiplin. Meskipun telah dibuat kesepakatan, tetap saja harus diingkari. Munafik kah? ketika kata yang terucap itu bohong, ketika janji di ingkari, dan kepercayaan di khianati.

Jepang saat ini menjadi sorotan seluruh dunia pasca sunami yang menerjang negeri matahari terbit itu, semua mwngagumi ke sigapan jepang dalam menangani bencana alam. dalam waktu yang sangat singkat jalan-jalan sudah kembali diperbaiki. Begitu juga kebocoran tangki reaktor nuklir yang bocor.

Yang seharusnya menjadi sorotan adalah budaya Jepang yang luar biasa. Jepang mampu survive karena budaya masayarakat yang hebat.

Kapan kita akan berkarya jika disiplin masih menjadi masalah besar di negeri ini. Tak ada budaya jujur, "siapa saja boleh korupsi", "siapa saja boleh merampok", "siapa saja boleh disuap", "siapa saja boleh menyuap", kecuali meledakkan detonator ditempat umum maka dia akan dihukum mati. 

Kapan akan ada hukuman mati bagi koruptor? takkan ada di negeri ini.

Rabu, 06 April 2011

LABORATORIUM HOROR

"Laboratorium itu horor bagi mahasiswa" benarkah? atau karena asisten laboratoriumnya adalah setan gentayangan? wacana ini muncul dari mahasiwa dalam perkuliahan psikologi industri.

Wacana ini muncul karena kebanyakan mahasiswa merasa sulit sekali melewati praktikum yang hanya 1 SKS, 1 SKS sangat sedikit pengaruhnya terhadap indeks prestasi. Bila dibandingkan dengan sulitnya menyelesaikan praktikum, 1 SKS dinilai tidak bisa membayar seluruh usaha yang dilakukan.

Belum lagi menghadapi anggota kelompok yang terdiri dari berbagai macam karakter, dari yang sangat rajin hingga sangat malas. Gagal di laboratorium sangat biasa terdengar di telinga saya, bahkan saya juga pernah gagal.

Namun apa yang menyebabkan saya gagal sebenarnya terletak pada usaha saya untuk keluar dari comfort zone saya untuk berusaha lebih keras agar semua laporan dapat terselesaikan. disamping saya juga harus mengikuti aturan yang telah saya sepakati pada saat mendaftar sebagai praktikan di salah satu laboratorium. 

Terkadang saya bingung apakah peraturan laboratorium harus fleksibel atau peraturan itu harus di jalankan dengan tegas. Dari kenyataan yang saya amati terhadap beberapa laboratorium yang punya peraturan yang tegas, memang praktikan di paksa untuk disiplin jika ingin lulus dari laboratorium tersebut namun tidak sedikit dari praktikan yang gagal. Pada laboratorium yang fleksibel justru aturan itu dipermainkan oleh para praktikan dengan alasana yang dibuat2 termasuk pemalsuan surat dokter. Inilah budaya yang ada di negara kita saat ini, aturan hanya sebagai hiasan dinding. "Aturan sebisa mungkin kita langgar" mengapa?.