Minggu, 08 Mei 2011

MIND SET

Hari ini saya mengerti tentang satu hal yang sangat berharga, hingga saya menghargai mereka. Melalui pendekatan pemodelan sistem yang saya lakukan secara tidak terstrukstur dan tidak sengaja akhirnya terbentuk sebuah boundary (batasan). Batasan ini terbentuk dengan sendirinya dengan mengelompokkan mana yang menjadi komponen sistem, maka komponen lain menjadi lingkungan sistem. 

Boundary ini terbentuk karena perbedaan pola pikir yang sangat jauh berbeda. Secara garis besar ada dua pola pikir yaitu pola pikir positif dan pola pikir negatif. Selama ini saya masuk di golongan orang-orang berpola pokir negatif dan menganggap bahwa ada orang-orang yang mengasingkan diri dan tidak mau bersosialisasi dengan kami. Namun hari ini anggapan saya terbantahkan.

Tak ada yang salah dengan mereka yang mengeleompokkan diri bersama orang-orang yang berpola pikir positif. Dengan pendekatan sistem hal ini dengan mudah dapat dijelaskan, orang-orang dengan pola pikir positif memilih sendiri siapa saja yang menjadi komponen mereka, dan orang-orang dengan pola pikir negatif membentuk suatu lingkungan sistem dengan boundary yang maya.

Perbedaan pola pikir yang sangat berkebalikan ini dapat dilihat dari prilaku komponen sistemnya. Orang-orang dengan pola pokor positif selalu berfikir untuk mengerjakan tugas sendiri dan tepat waktu, sedangkan orang-orang dengan pola pikir negatif berfikir untuk mencari contekan dari siapapun asal tugas selesai.

Hingga akhirnya tadi saya melihat mereka yang punya pola pikir positif untuk datang tepat waktu pukul 8.00 WIB sesuai kesepakatan sedangkan orang-orang dengan pola pikir negatif menjadi orang yang ditunggu-tunggu karena mereka adalah pelengkap kegiatan.

Melanggar Lalulintas

Pagi tadi saya berangkat dari Serdang Bedagai menuju Medan, setelah kemaren pulang kerumah karena ada urusan finansial. Dalam perjalanan seperti biasa selama lebih dari setahun pergi pulang Medan--Serdang Bedagai setiap sabtu dan minggu tak pernah ada masalah dengan kelengkapan berkendara saya baik Spion, Helm, STNK maupun SIM atau dengan motor saya.


Saya berhenti karena ada penyebrangan kendaraan tanpa trafic ligth yang di bantu oleh polisi, kebetulan saya berhenti paling depan, tepat didepan polisi. Saya diarahkan ke pinggir jalan, dan "Selamat pagi bapak" "selamat pagi" saya jawab. "Tolong perlihatkan SIM dan STNK" mana yah saya cari-cari didompet rupanya terselip udah lama soalnya gak saya keluarkan.
Kemudian saya ditanya kenapa saya diberhentikan, ya saya tidak tahu mengapa diberhentikan.
Udah gitu ditanya lagi kenapa knalpot saya diganti2, ya saya jawab "saya ganti karena yang lama keropos". Saya baru tahu kalau menggunakan knalpot racing itu melanggar pasal 285 ayat 1jo pasal 106 ayat 3 dan pasal 48 ayat 2 dan 3.
Terus diajak masuk kekantor dan saya minta ditilang, dan proses berakhir.

Yang membuat saya bingung adalah pasal 285 ayat 1jo pasal 106 ayat 3 dan pasal 48 ayat 2 dan 3 yang semua isinya tentang persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi salah satunya knalpot. pertanyaan saya dari segi apa knalpot saya dinyatakan tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan? karena dalam  pasal 285 ayat 1jo pasal 106 ayat 3 dan pasal 48 ayat 2 dan 3 saya tidak menemukan persyaratan teknis itu.

Sabtu, 07 Mei 2011

cerita malam

Percakapan ini diawali dengan sebuah basa basi dengan seorang penjaga malam, awalnya hanya sekedar sapa. Percakapan ini terjadi sekitar pukul 17 hingga 18.30 WIB. Kami duduk bersama di koridor sambil memandangi langit mendung. hari ini sabtu 7 mei 2011.
Selepas keluar dari laboratorium saya ke koridor dan berniat untuk pulang, namun langkah terhenti untuk sekedar berbincang ringan dengan bang i***n. Saya terus melontarkan pertanyaan seputar motor yang sebenarnya saya sudah tahu jawabannya hanya untuk membuat agar percakapan menarik untuk diteruskan.
Percakapan pun berlanjut hingga tiba pada sebuah moment yang membuat saya enggan beranjak pulang. Bang i***n terus bercerita tentang pengalamannya berjaga malam. Diawali dengan nasehat untuk berhati-hati dalam mencari pacar, "kenapa bang?" "mahasiswi di kampus ini tak ada yang jelas keperawanannya". "wah...!!!" terpelongo saya. "Gimana ceritanya bang bisa kayak gitu" hal ini mungkin ia ambil dari pengalamannya. Selama dua tahun berjaga malam bang i***n sering sekali menangkap basah pasangan mahasiswa yang melakukan hubungan intim. Bah ternyata ada kehidupan malam di kampus, gak pernah ke kampus malam2 soalnya.
Dia mengaku berkali-kali menangkap basah pasangan yang berhubungan intim di lingkungan kampus, yang mengaku anak kos. Biasanya pasangan ini berada di sekitar kampus pukul 22.00 keatas. Dengan sekedar alasan jalan-jalan malam cari hiburan para pasangan ini mencari kesempatan ditengah gelapnya kampus saat malam hari. Akses masuk kampus tetap dibuka karena ada perumahan dosen di dalam lingkungan kampus. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa mereka begitu berani melakukan hubungan mesum di kampus?
Faktor kesunyian kampus jadi dugaan pertama yang menjadi alasan mereka untuk berbuat mesum di kampus. Kesunyian kampus ini terjadi mulai pukul 21.00 WIB. pada jam segitu kampus sangat sepi. Faktor akses masuk kampus, kampus dapat di akses melalui pintu samping yang tidak dijaga. sehingga akses masuk kampus bisa sesuka hati. Faktor ketiga adalah kurangnya penerangan kampus, kegiatan mesum ini di lakukan di tempat yang remang2 artinya tidak gelap dan tidak terang. Nah ketiga Faktor ini menjadi hal yang dimanfaatkan oleh para pasangan mesum tersebut.
Terkadang perbuatan itu dilakukan di dalam mobil, dengan memanfaatkan keramaian, dengan reben kaca gelap mereka mulai beraksi.
Satu hal yang membuat saya terkejut adalah ada junior saya angkatan termuda yang pernah dipergoki oleh bang i***n berciuman di ruang tunggu dekanat saat sore hari ketika kampus menjelang tutup. Astagfirullah... semoga mereka mendapat hidayah untuk bertaubat...

Kamis, 05 Mei 2011

Pendidikan

assalamualaikum...
udah lama gak saya buka blog ini, mungkin gak ada juga yang berharap, tapi saya tetap optimis bahwa ada orang yang ingin membaca blog saya ini.

Perjalanan menuju sarjana memang terkadang menjadi proses yang sulit, kadang seolah permainan, malah kadang membosankan. Masing-masing mempertahankan egonya dan lupa dengan orientasi ilmu yang menjadi kemuliaan bagi orang yang senantiasa menjunjung tingginya. Hari pendidikan terlewati dengan peringatan lewat pameran, seminar atau perlombaan yang biasanya hanya sebatas peringatan, untuk apa di peringati??
yang penting adalah introspeksi bagaimana wajah pendidikan saat ini. Semoga saja pendidikan geratis dapat membantu para calon pemimpin masa depan mengenyam pendidikan, mempertahankan kejujuran, belajar untuk mengakui kebenaran.

Rabu, 13 April 2011

Manajemen Proyek

1. Sebuah rencana proyek mempunyai analisa hubungan ketergantungan sebagai berikut:
Kegiatan A (17), B (7) dan C (9) merupakan kegiatan awal. Bila A selesai, kegiatan D (11) dan E (8) dapat dimulai. Kegiatan F (10) dapat dilaksanakan bila B selesai. Kegiatan G (9) dapat dilakukan bila C selesai. Kegiatan H (7) dapat dimulai bila E selesai. Kegiatan I (12) dan J (10) dapat dimuali bila kegiatan A, C dan F selesai. Sedangkan jegiatan K (8) dan L (13) dapat dilakukan  bila D dan H selesai. Kegiatan M (13) dapat dimulai bila G dan J selesai. Kegiatan N (16) dapat dilakukan setelah I selesai. Kegiatan O (15) dapat dilakukan bila N dan L selesai. Sedangakan P (12) yang merupakan kegiatan akhir dapat dilakukan bila K, O dan M selesai.
Gambarkan diagram jaringan kerja proyek dengan baik dan benar, tentukan lintasan kritis dan waktu penyelesaian proyek
Jawab:

EVENT
EET
LET
1 (-)
0
0
2 (-)
17
17
3 (-)
7
7
4
9
17
5 (-)
25
25
6 (-)
17
17
7 (-)
32
32
8 (-)
29
29
9
27
47
10 (-)
45
45
11 (-)
60
60
12 (-)
72
72
 



2.      Sebuah proyek punya logika ketergantungan se bagai berikut:
Kegiatan
Kegiatan sebelumnya
Kegiatan sesudahnya
Waktu penyelesaian
a
m
b
A
-
C,D,E
6
8
10
B
-
D,E
6
7
8
C
A
H
8
11
14
D
A,B
F
8
10
12
E
A,B
F,G
9
10
11
F
D,E
H
12
15
18
G
E
I
13
15
17
H
C,F
I
11
13
15
I
G,H
-
8
10
12
a.       Gambarkan diagram proyek dengan baik dan benar, tentukan waktu penyelesaian proyek dengan metode PERT.
b.      Tentukan probabilitas proyek selesai dalam waktu paling lama 60 minggu.


Jawab:
a.       Untuk menentukan waktu penyelesaian terlebih dahulu dihitung ET.
kegiatan
a
m
b
ET
Sd
V=(Sd)2
A
6
8
10
8
0.666667
0.444444
B
6
7
8
7
0.333333
0.111111
C
8
11
14
11
1
1
D
8
10
12
10
0.666667
0.444444
E
9
10
11
10
0.333333
0.111111
F
12
15
18
15
1
1
G
13
15
17
15
0.666667
0.444444
H
11
13
15
13
0.666667
0.444444
I
8
10
12
10
0.666667
0.444444


Waktu penyelesaian proyek adalah 56 hari

b.      Lintasan kritis pada diagram diatas adalah:
EVENT
EET
LET
1 (-)
0
0
2 (-)
8
8
3 (-)
8
8
4 (-)
18
18
5 (-)
18
18
6 (-)
33
33
7 (-)
46
46
8 (-)
56
56
1.      1 – 2 – 3 – 5 – 6 – 7 – 8
SE82= (SDA)2+(SDd1)2+(SDD)2+(SDF)2+(SDH)2+(SDI)2
SE82=0,44+0+0,44+1+0,44+0,44
      = 2,76
2.      1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8
SE82= (SDA)2+(SDd1)2+(SDE)2+(SDd2)2+(SDF)2++(SDH)2 +(SDI)2
SE82=0,44+0+0,11+0+1+0,44+0,44
      = 2,43
Maka lintasan 1 – 2 – 3 – 5 – 6 – 7 – 8 kita gunakan untuk menghitung probabilitas 60 minggu.
 Sd = √2,76 = 1,66
 Z = X – Te/S = 60 – 56/1,66 = 2,4
Dari tabeldistribusi normal didapat, bila Z = 2,41 maka probabilitas = 0,9920
P [EET 8] = 99,2%